Hallo semua ...lagi pengen mengenang masa kecil ya... memang masa kecil adalah masa yg emas masa yang sangat berkesan.
Hujan sore itu turun pelan, tapi hatiku langsung melayang jauh ke masa kecil. Bukan karena basah, bukan karena petir—tapi karena suara rintiknya yang mengetuk genteng seperti lagu lama yang selalu kuhafal.
Dulu, setiap hujan datang, aku suka duduk di samping jendela kayu di rumah nenek. Jendelanya tua, warnanya mulai pudar, dan engselnya berderit pelan tiap kali dibuka. Tapi dari sanalah aku melihat dunia kecilku: halaman berlumpur, ayam berteduh di bawah pohon jambu, dan kakakku yang berlari pulang sambil membawa sendal yang sudah separuh tenggelam.
Di dalam rumah, bau harum gorengan mulai menguar dari dapur. Ibu atau nenek biasanya menggoreng pisang atau singkong, kadang juga tempe mendoan. Suaranya nyaring di penggorengan, tapi hangat di hati. Kami duduk melingkar, makan sambil mendengarkan radio tua yang suaranya serak-serak tapi setia menemaniku tumbuh.
Kadang kalau mati lampu, kami bermain bayangan tangan di dinding atau bercerita pakai senter. Di luar, hujan makin deras, tapi di dalam hati, semuanya terasa damai. Tak ada deadline, tak ada notifikasi. Hanya tawa kecil dan suara genteng yang terus bersenandung.
Sekarang, hujan tetap turun. Tapi aku tak lagi punya jendela kayu itu. Tak ada lagi lantai semen dingin tempat aku duduk sambil melipat kapal kertas. Namun setiap kali hujan datang, aku tahu—masa kecilku tak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal di balik kenangan, menunggu untuk dikenang.
Terimakasih buatlah kenangan masa kecil kita adalah yang sangat berharga mimpi kan dan kenanglah

Komentar
Posting Komentar